Proses Dalam Industri Manufaktur di Indonesia 2016 BKPM

Indonesia memiliki berbagai macam bidang yang memiliki keunggulan tersendiri dan cocok untuk dijadikan sebagai tempat berinvestasi. Salah satunya adalah di bidang industri manufaktur. Industri tersebut adalah industri yang berkecimpung untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi yang siap untuk dijual. Untuk menjalankan bisnis tersebut diperlukan dana tambahan dari investasi baik yang dilakukan oleh investor asing maupun dalam negeri dan investasi tersebut diatur BKPM. Terdapat beberapa proses yang terkait dengan industri manufaktur di Indonesia 2016 BKPM.

Proses Dalam Industri Manufaktur di Indonesia 2016 BKPM

Menurut Daryanto (2012:43), proses yang digunakan dalam industri manufaktur dibagi menjadi 3 bagian yaitu sifat proses produksi, jangka waktu produksi dan sifat produksi. Pertama adalah sifat proses produksi atau bentuk pokok yang digunakan dalam pengolahan suatu produk. Dalam proses pertama ini terdapat 4 macam yaitu:

 

  • Proses ekstraktif: Pengambilan bahan langsung dari alam misalnya batu bara.
  • Proses analitik: Proses pemisahan dari suatu bahan menjadi berbagai jenis barang yang bentuknya nyaris sama misalnya penyulingan minyak.
  • Proses pengubahan atau fabrikasi: Proses yang mengubah bahan dengan menggunakan alat menjadi berbagai macam bentuk. Misalnya membuat sepatu.
  • Proses sitetik: Mengkombinasikan beberapa bahan untuk membuat suatu bentuk tertentu misalnya menggunakan logam untuk membuat alat elektronik.

 

Kedua adalah jangka waktu produksi yang ditentukan berdasarkan pada waktu produksi yang dibutuhkan. Terdapat 2 jenis proses produksi pada industri bidang manufaktur di Indonesia 2016 Badan koordinasi penanaman modal yang digunakan yaitu:

 

  • Continuous process (terus menerus): Keadaan manufaktur dalam waktu yang lama untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yang akan digunakan. Misalnya untuk produksi mobil.
  • Intermittent process (proses terputus-putus): Keadaan mesin atau alat yang digunakan berhenti beberapa kali dan dirancang untuk produk yang berbeda. Misalnya alat pengecoran logam.

 

Ketiga adalah sifat produk yang merupakan proses produksi berdasarkan pada sifat produk yang melibatkan ada atau tidaknya spesifikasi pembelian produk tertentu. Proses ini dibagi menjadi 2 yaitu:

 

  • Produksi standar: Menghasilkan sejumlah barang untuk persediaan dan dikirim tidak hanya ke penyalur namun juga ke pembeli dan jenis ini sering dilakukan oleh produsen.
  • Produksi pemesanan: Proses produksi yang dilakukan jika pembeli menginginkan spesifikasi tertentu misalnya pembuatan seragam.

Masing-masing jenis industri di bidang manufaktur memiliki ketentuan tersendiri dan membutuhkan suntikan dana yang berbeda. Hal tersebut tidak hanya berdasarkan pada proses yang digunakan namun juga berdasarkan pada keadaan pasar saat ini. Industri manufaktur di Indonesia 2016 BKPM yang sedang mengalami penurunan adalah di bidang produksi semen sehingga BKPM tidak menganjurkan para investor untuk berinvestasi terlalu tinggi di bidang ini. Jika Anda ingin untuk berinvestasi ataupun ingin mengetahui seputar penyaluran di Indonesia, Anda dapat mengunjungi BKPM yang bertanggung jawab langsung sebagai jembatan antara pemerintah/investor dengan badan usaha di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *